Manager Tips : Step by Step dalam melakukan Counseling

MP900178564

Artikel ini merupakan bagian dari modul Coaching & Counseling Training yang pernah disampaikan oleh teman saya RudyHikmanudin . Saya posting di Peoplewit agar bisa diterapkan oleh setiap Manajer atau Pimpinan dalam perannya sebagai Counselor. Semoga Bermanfaat.

CONTOH KALIMAT DALAM TAHAP PENDEKATAN (RAPPORT)

  1. Bagaimana keadaanmu saat ini, sehat ? keluargamu baik-baik saja
  2. Bahasa tubuh yang mendukung sikap menerima , seperti :
    1. Pandangan mata fokus pada lawan bicara (tidak menunjukan sikap sedang memperhatikan hal lain)
    2. Kedua tangan terbuka (tidak bersilang di dada) karena secara psikologis tangan yang bersilang di dada akan memberi kesan menutup diri.
    3. Gaya bicara dan Intonasi yang bersahabat
  3. Membuka percakapan yang mamancing, misalnya, “wah… rasanya ini waktu yang tepat untuk berbincang-bincang … misalnya ada masalah masalah yang sedang kamu rasakan …… saya pikir waktu yang baik untuk kita diskusikan … !!?

Kendala yang biasa terjadi pada tahapan ini ;

  1. Adanya defense dari counselee (Counselee sulit / belum percaya kepada counselor)
  2. Pembicaraan counselee berputar putar ke hal lain yang bukan inti permasalahan yang sedang dirasakannya.

Pada kejadian diatas, yang harus dilakukan counselor adalah :

  1. Counselor menjadi pemancing (counselor harus lebih aktif, tetapi tidak terkesan mendikte/menggurui dalam pembicaraan). Gunakan pertanyaan terbuka.
    1. “ya…ya… saya mulai memahami apa yang kamu maksudkan… lalu bagaimana seterusnya …?
    2. Kamu tadi mengatakan bahwa…. Dst. Coba ceritakan lebih jauh lagi tentang hal tersebut …. !!?
  2. Counselor sebaiknya tidak terburu buru mengarahkan pembicaraan (pada topik / keinginan tertentu), contoh kalimat negatif yang sebaiknya dihindari :
    1. “Apa betul demikian ….? Padahal menurut infomasi yang saya terima … dst?”
    2. “Masa begitu …. ? menurut saya sih …. Dst… !!?


TAHAP MEMBINA HUBUNGAN / RELATIONSHIP

Pada tahap ini diharapkan mulai terbina suatu hubungan dimana counselee mulai percaya & terbuka kepada Counselor.

Hal yang biasa terjadi pada counselee ;

  1. Counselee sudah mulai terbuka menyampaikan permasalahannya
  2. Sudah mulai muncul reaksi alami dari counselee, karena counselee sudah melibatkan emosinya dalam menyampaikan masalahnya.

Hal yang sebaiknya dilakukan Counselor :

  1. Counselor menunjukan simpati / perhatian tetapi jangan menilai pembicaraan counselee.
  2. Counselor memberikan dorongan-dorongan (motivasi ringan terhadap counselee), dapat berupa anggukan kepala  …, kata-kata sisipan (misalnya yaa … ya…) atau pengulangan sedikit kalimat counselee, misalnya ; “ooooh…. Jadi kejadiannya begitu… lalu …. ?

Contoh kalimat menilai yang sebaiknya dihindari :

“Masa begitu …..,wah menurut saya kamu sudah keliru sekali …. Dst”

TAHAP PENJELASAN/ KLARIFIKASI

Pada tahap ini biasanya Counselee sudah semakin percaya pada counselor dan minat terhadap proses counseling semakin jelas.

Hal yang biasa terjadi pada Counselee ;

  1. Counselee mulai mempertanyakan sesuatu
  2. Counselee mengharapkan tanggapan
  3. Counselee mulai memunculkan permasalahannya

Hal yang sebaiknya dilakukan Counslelor ;

  1. Counselor mulai memberikan tanggapan dengan memberikan gambaran-gambaran mengenai diri Counselee, sesuai dengan informasi dari data pendukung.
  2. Counselor  memperluas sudut pandang counselee (tanpa menyertakan nilai-nilai baik/buruk, benar/salah)

TAHAP MENGGALI MASALAH

Pada tahap ini mulai muncul permasalahan-permasalahan yang lebih mendalam. Counselee mulai berani mengajak counselor untuk masuk pada permasalahan yang sebenarnya, dengan memberi respon terhadap informasi yang disampaikan counselor.

Hal yang biasa terjadi pada Counselor ;

  1. Counselee mulai mengharapkan suatu yang rill, yaitu jalan keluar dari permasalahan yang dirasakan.

Hal yang sebaiknya dilakukan Counselor ;

  1. Counselor menggali permasalahan lebih dalam
  2. Counselor sudah bsia turut nmenentukan strategi untuk proses pemecahan masalah.
  3. Counselor harus membedakan antara ;
    1. Counselee yang punya alternatif, bantuan diarahkan untuk memberikan pertimbangan-pertimbangan keuntungan kerugian tiap alternatif yang telah dimiliki counselee dan memperluas wawasan kerjanya.
    2. Counselee yang tidak memiliki alternatif, bantuan dapat berupa memberikan alternatif-alternatif pemecahan masalah, perluas wawasan & sudut pandang Counselee.
  4. Counselor bersikap persuasif

TAHAP TUKAR PIKIRAN UNTUK MENENTUKAN ALTERNATIF

Pada saat ini Counselor sebaiknya sudah menunjukan pemahamannya terhadap masalah yangs edang dirasakan counselee, sehingga counselee merasa yakin bahwa counselor sudah betul-betul merasakan apa yang sedang dirasakannya.

Hal yang biasa terjadi pada Counselee ;

  1. Terjadi keraguan terhadap alternatif yang ada, baik dari dirinya maupun alternatif yang dianjurkan Counselor.
  2. Counselee memberian fakta-fakta baru, yang belum disampaikannya.
  3. Counselee mengharapkan kesepakatan, atau dukungan dari Counselor mengenai kesepakatan alternatif pemecahan yang diambil.

Hal yang sebaiknya dilakukan Counslelor ;

  1. Counselor memberikan pertimbangan mengenai faktor-faktor kesulitan yang mungkin terjadi (Counselor harus objetif terhadap keuntungan & kelemahan)
  2. Sikap simpati & persuasive
  3. Lakukan kesepakatan terhdap hal-hal yang dicapai.

TAHAP EVALUASI

Tahap ini merupakan proses melihat kembali apa yang sudah dilakukan. Artinya tahapan ini dilakukan setelah counselee melakukan alternatif pemecahan yang telah disepakati. Jarak waktunya relatif, tergantung dari kompleksitas masalah yang dihadapi.

Hal yang biasa terjadi pada counselee ;

  1. Counselee mengutarakan hambatan yang dialaminya selama proses melakukan alternative pemecahan masalah.
  2. Counselee menyampaikan fakta baru yang terjadi akibat dari dampak alternative pemecahan masalah yang dilakukan (baik dampak positif maupun negatif)

Hal yang sebaiknya dilakukan Counselor ;

  1. Counselor bersikap netral & tidak menghakimi
  2. Counselor sebaiknya menggunakan cara pandang yang bersifat umum
  3. counselor sebaiknya mengarahkan ke konsolidasi / explorasi lagi apabila muncul masalah/ fakta baru.
Share artikel ini via :
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Powered by WordPress | BestInCellPhones.com Offers BlackBerry Phones for Sale. | Thanks to Wordpress Themes, MMORPGs and Conveyancing
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://peoplewit.com/manager-tips-step-by-step-dalam-melakukan-counseling/
LinkedIn
Read previous post:
MP900423068
Manager Tips : Bagaimana menghadapi atasan Anda

wit10
Sikap Bawahan Yang Paling Tidak Disukai Atasannya

learnwit
Mengenal Tools Management : Knowledge Management By Yudha Argapratama

Close