The Apple Way Management Lessons : 11. Fix Your Leaders (Jeffrey L Cruikshank) by Yudha Argapratama

Rangkaian Artikel yang saya posting secara berseri ini saya kutip dari Buku The Apple Way : 12 Management Lessons from the World’s Most Innovative Company karya Jeffrey L. Cruikshank. Banyak Point dan pelajaran tentang management yang bisa kita ambil dari Perusahaan paling inovatif di Dunia ini. Mari kita belajar dari Keberhasilan dan Kegagalannya. Selamat Menikmati.

Extracting leadership lessons from this strange tale—40-plus years of roller coasters, intrigue, and management fog—is an interesting task.  “Apple management,” Guy Kawasaki said at an Atlanta gathering in 1995, at the bottom of the bottom of the company’s fortunes: “It’s an oxymoron.” Nevertheless, here are 15 conclusions we can make about leadership, based on the Apple experience:

Run for the beach! No! Run for the hills!

A lack of leadership can be a terrible thing, especially during natural disasters and manmade cataclysms.

Look for the adult supervision in the back of the garage.

Apple was made possible not only by boy geniuses, but also by seasoned pros. Strong leadership doesn’t necessarily strut its stuff.

Note to would-be CEOs: If you don’t control much voting stock, get a good bead on those who do.

You need to be the leader. Will you be able to lead, or will the 400-pound gorilla/ major shareholder get in your way?

Successful IPOs can make everybody that much harder to control.

Rich guys don’t take orders very well.

Share artikel ini via :

The Apple Way Management Lessons : 9. Keep Your Cool (Jeffrey L Cruikshank) by Yudha Argapratama

Rangkaian Artikel yang saya posting secara berseri ini saya kutip dari Buku The Apple Way : 12 Management Lessons from the World’s Most Innovative Company karya Jeffrey L. Cruikshank. Banyak Point dan pelajaran tentang management yang bisa kita ambil dari Perusahaan paling inovatif di Dunia ini. Mari kita belajar dari Keberhasilan dan Kegagalannya. Selamat Menikmati.

Cool is an elusive quality. It’s something that you can try to cultivate—in yourself, in your company—but at the end of the day, it really only exists in the eye of the beholder. Getting cool right, therefore, is hard. But blowing your cool is easy.

Here are eight Apple lessons in cool (and uncool):

Don’t get pot-bound.

Even if you’ve got a good thing going today, in terms of your corporate image, it will almost certainly have to change tomorrow. If you have to migrate from warm to cool, migrate.

Cool is a double-edged sword.

If you cultivate cool, and then you act uncool, it’s confusing and disturbing.

Cultivate your cool by cultivating thought-leaders.

This is one of the most important lessons that Apple learned early. If you want—like the Irish—to “fight above your weight,” you need an oversized image.

If your product is all about being user-friendly, your ads should probably show your product being user-friendly.

Especially if your un-user-friendly competition is doing just that.

Share artikel ini via :

The Apple Way Management Lessons : 8. Get it Out There (Jeffrey L Cruikshank) by Yudha Argapratama

: 12 Management Lessons from the World’s Most Innovative Company karya Jeffrey L. Cruikshank. Banyak Point dan pelajaran tentang management yang bisa kita ambil dari Perusahaan paling inovatif di Dunia ini. Mari kita belajar dari Keberhasilan dan Kegagalannya. Selamat Menikmati.

What does the tangled tale of Apple’s distribution and retailing efforts tell us? It tells us that consistency is important in dealing with retail channels that you don’t control. It tells us that selling personal computers can be harder than selling products in slower-moving industries like cars, even though selling cars is plenty hard. And it tells us that at the end of the day, cachet counts. And inspiration counts even more.

Eight specific lessons jump out of the preceding chapter:

Sell your geniuses at retail.

Spend the time and money to develop a sales force that’s (at least) as good as your product. (Even the best products can’t sell themselves, especially if they’re intimidating.) Make your “geniuses” out to be scarce commodities, for example, with a sign-up sheet.

Retailing experts are like any other experts. Sometimes they get it really wrong.

In May 2001, the pundits were predicting that Apple’s retail gambit was going to prove an unmitigated disaster.

Wrong!

Be nice to nerds, but don’t let them do your marketing.

Let’s face it: engineers, for all of their many virtues, don’t speak “marketing.”

It’s nice to be able to call the shots. But it won’t last.

Few products stay hot forever. Abusing your retail network today will almost certainly haunt you tomorrow.

Share artikel ini via :

Organizational Breakthrough with Integrated Change Management Part 3 by Yudha Argapratama

Posting  ini merupakan bagian dari tulisan saat mengikuti Indonesia Future HR Leader 2014 yang diselenggarakan Majalah SWA. Alhamdulillah bisa jadi finalis. Topiknya : TEROBOSAN ORGANISASI DENGAN MANAJEMEN PERUBAHAN TERINTEGRASI DAN PERAN HR DALAM PROSESNYA (Organizational  Breakthrough with Integrated Change Management and The Roles of HR in the processes). Tulisan akan diposting secara bertahap. semoga bermanfaat.

C. Strategi dan terobosan yang harus dilakukan perusahaan untuk mencapai Organizational Breakthrough

Ada 3 pilar proses yang harus dilakukan perusahaan gara bisa mencapai terobosan/lompatan yang signifikan untuk mencapai sasaran Sustainable Growth, Lean Company, serta memiliki Winning Team yang kuat dan dinamis. Pilar-pilar tersebut harus dijalankan secara bersamaan sesuai dengan tahapannya dengan proses manajemen perubahan yang terintegrasi (Integrated Change Management) seperti yang digambarkan berikut ini  :

  1. PDCA Process

PDCA Process merupakan metode efektif yang digunakan manajemen perusahaan untuk memastikan setiap proses pengelolaan organisasi berjalan dengan rapi dan dapat mempertahankan serta meningkatkan kinerjanya dengan konsisten.

Share artikel ini via :

Organizational Breakthrough with Integrated Change Management Part 2 by Yudha Argapratama

Posting  ini merupakan bagian dari tulisan saat mengikuti Indonesia Future HR Leader 2014 yang diselenggarakan Majalah SWA. Alhamdulillah bisa jadi finalis. Topiknya : TEROBOSAN ORGANISASI DENGAN MANAJEMEN PERUBAHAN TERINTEGRASI DAN PERAN HR DALAM PROSESNYA (Organizational  Breakthrough with Integrated Change Management and The Roles of HR in the processes). Tulisan akan diposting secara bertahap. semoga bermanfaat.

B. Sasaran yang ingin dicapai perusahaan

Kalau kita melihat dan memahami bagaimana siklus sebuah organisasi terjadi, seperti yang digambarkan pada diagram berikut :

maka sasaran  perusahaan umumnya mencakup tiga sasaran besar sebagai berikut :

Share artikel ini via :

Organizational Breakthrough with Integrated Change Management Part 1 by Yudha Argapratama

Posting  ini merupakan bagian dari tulisan saat mengikuti Indonesia Future HR Leader 2014 yang diselenggarakan Majalah SWA. Alhamdulillah bisa jadi finalis. Topiknya : TEROBOSAN ORGANISASI DENGAN MANAJEMEN PERUBAHAN TERINTEGRASI DAN PERAN HR DALAM PROSESNYA (Organizational  Breakthrough with Integrated Change Management and The Roles of HR in the processes). Tulisan akan diposting secara bertahap. semoga bermanfaat

A. Tantangan yang dihadapi perusahaan untuk mencapai Organizational Breakthrough

Kondisi perekonomian saat ini penuh dengan situasi yang paradox. Paradox yang menimbulkan polarisasi antara pesimisme-sinisme dan optimisme –positivisme.

Disatu sisi, kondisinya terlihat seperti tanpa harapan. Sebagai contoh situasi di Indonesia, krisis ekonomi global yang terjadi telah membawa dampak yang cukup signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Setelah berhasil mencatat angka pertumbuhan yang cukup tinggi di tahun 2011 maka mulai tahun 2012 Indonesia mulai mengalami penurunan tingkat pertumbuhan sampai saat ini. Hal yang sebaliknya terjadi pada sektor moneter di mana Indonesia terus mengalami peningkatan tingkat inflasi dan peningkatan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate). Nilai tukar mata uang Rupiah terhadap mata uang US Dollar juga terus mengalami penurunan.

Share artikel ini via :
Powered by WordPress | BestInCellPhones.com Offers BlackBerry Phones for Sale. | Thanks to Wordpress Themes, MMORPGs and Conveyancing
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://peoplewit.com/page/3
LinkedIn