Organizational Breakthrough with Integrated Change Management Part 5- End by Yudha Argapratama

Posting  ini merupakan bagian dari tulisan saat mengikuti Indonesia Future HR Leader 2014 yang diselenggarakan Majalah SWA. Alhamdulillah bisa jadi finalis. Topiknya : TEROBOSAN ORGANISASI DENGAN MANAJEMEN PERUBAHAN TERINTEGRASI DAN PERAN HR DALAM PROSESNYA (Organizational  Breakthrough with Integrated Change Management and The Roles of HR in the processes). Tulisan akan diposting secara bertahap. semoga bermanfaat.

D. Peran dan langkah-langkah HR agar Organizational Breakthrough bisa terwujud

Lalu bagaimana peran HR dalam manajemen perubahan terintegrasi tersebut ?

HR memiliki peran yang sangat strategis dalam proses manajemen perubahan tersebut.  Peran HR untuk terlibat secara aktif  dalam proses pemetaan organisasi (Organizational Mapping) baik dalam aspek pemetaan orang ( People Mapping), pemetaan sistem dan proses  (System & Process Mapping) dan juga pemetaan peran kepemimpinan (Leadership Mapping) dan serta progress review dari keseluruhan proses manajemen perubahan (change management) itu sendiri.

Proses pengembangan dengan konsep Winning Development yang dibangun dari tiga penyangga yang membentuk piramida. Penyangga tersebut yaitu people excellent , system & process excellent yang pada akhirnya menumbuhkan budaya (culture) pemenang di dalam organisasi.

Selanjutnya HR juga berperan penting dalam memfasilitasi terbentuknya winning team di setiap level organisasi mulai Managerial Level, Supervisory Level sampai Frontline Level. Setiap level organisasi memiliki peran yang berbeda sehingga putaran roda organisasi bisa menjadi dinamis, kuat dan resilien. Peran dari setiap level Organisasi tergambar dalam framework berikut ini :

Berikut penjelasan peran dari setiap Level Organisasi :

1. Peran Managerial Level

Level Managerial termasuk di dalamnya Manajemen Puncak (Top Management) memiliki peran untuk membangun komitmen dari seluruh tim dalam organisasi. Manager memiliki peran dalam melakukan proses Mentoring, memimpin dengan kemampuan Leadership yang mumpuni, serta melakukan evaluasi kinerja (performance evaluation) untuk memastikan proses di dalam organisasi dapat berjalan dengan optimal.

Secara aktivitas, Level Managerial harus mampu mengelola 5 aspek berikut :

  • Mengelola orang (Managing People)
  • Mengelola proses (Managing Process)
  • Mengelola hubungan interpersonal atau komunikasi (Managing Interpersonal Skill)
  • Mengelola kinerja (Managing Performance)
  • Mengelola implementasi Budaya perusahaan (Managing Culture)

2. Peran Supervisory Level

Sebagai posisi yang mempunyai kedudukan unik yang terletak di antara manajemen dan karyawan yang dipimpinnya, Level Supervisory menghadapi dua kelompok mempunyai dua kepentingan yang berbeda.

Secara sederhana, ada 4 aspek mendasar yang menjadi peran Level Supervisor yang biasa di sebut Supervisory Roles :

  • Pelayanan (Service), yang dijabarkan dalam bentuk problem solving dan pelayanan pelanggan untuk mencapai Costumer Delight.
  • Efisiensi (Efficiency), dalam membangun komunikasi yang efektif ke atas dan kebawah serta membangun pengelolaan tempat kerja dengan 5S/5R.
  • Produktivitas (Productivity), bagaimana mengelola dan meningkatkan produktivitas timnya dengan budaya improvement (kaizen) untuk mencapai target yang ditetapkan
  • Kontrol (Control), proses kontrol dan monitoring kinerja dengan mekanisme Coaching dan Counseling.

3. Peran Frontline Level

Level Frontline yang menjadi ujung tombak organisasi perlu memiliki hasrat yang tinggi (burning desire) untuk berhubungan dengan pelanggan internal maupun pelanggan eksternal.

Oleh karena itu, di level frontline ada tiga hal yang perlu dibangun agar hasrat tersebut dapat terus meningkat :

  • Budaya Kaizen (Continuous Improvement), terutama melalui mekanisme usulan peningkatan yang bersifat bottom up seperti melalui Suggestion System
  • Budaya Kreativitas (Creativity), memberikan peluang untuk berkreasi dalam menghadapi pelanggan dengan batasan – batasan yang disepakati
  • Budaya berorientasi target (target oriented), yang harus didukung dengan sistem manajemen kinerja (performance management) yang sistematis, adil dan transparan.

Dari jabaran peran – peran diatas, HR memiliki peran untuk memastikan setiap level organisasi memiliki pemahaman dan kapasitas yang memadai untuk menjalankan peran tersebut. Mekanisme aktivitasnya seperti yang tergambar dalam penjelasan people process pada bagian sebelumnya.

Demikian uraian terobosan organisasi dengan manajemen perubahan terintegrasi dan peran HR dalam prosesnya. Semoga bermanfaat.

 

Referensi

Collins, James C &  Porras, Jerry I. 2001. Built to Last : Tradisi Sukses Perusahaan-perusahaan Visioner. Jakarta. Penerbit Erlangga.

Collins, James C. 2001. Good to Great : Why some companies make the leap and others don’t. New York. Harper Collins Publishers.

Gaspersz, Vincent. 2013. All-in One Integrated Total Quality Talent Management. Jakarta. Gramedia Pustaka Utama.

Gaspersz, Vincent. 2013. All-in One 150 Key Performance Indicators. Jakarta. Gramedia Pustaka Utama

Gaspersz, Vincent. 2013. All-in One Bundle of ISO. Jakarta. Gramedia Pustaka Utama

http://www.excellentbee.com

http://www.peoplewit.com

http://www.strategimanajemen.net

http://www.tribunnews.com/bisnis/2014/02/13/pendapatan-perkapita-ri-kini-mencapai-4000-dollar-as

Kaplan, Robert S & Norton, David P. 1996. Balanced Scorecard. Jakarta. Penerbit Erlangga.

Kasali, Rhenald. 2005. Change!. Jakarta. Gramedia Pustaka Utama.

Kasali, Rhenald. 2007. Re-code Your Change DNA. Jakarta. Gramedia Pustaka Utama

Kasali, Rhenald. 2008. Mutasi DNA Powerhouse. Jakarta. Gramedia Pustaka Utama

Kasali, Rhenald. 2009. Marketing in Crisis. Jakarta. Gramedia Pustaka Utama

Kasali, Rhenald. 2010. Cracking Zone. Jakarta. Gramedia Pustaka Utama.

Kotter, John P. 2002. The Heart of Change. Jakarta. Transmedia Pustaka

Liker, Jeffrey K. 2006. Toyota Way. Jakarta. Penerbit Erlangga.

Liker, Jeffrey K & Meier, David P. 2008. Toyota Talent. Jakarta. Penerbit Erlangga.

Shih,Stan . 1996. Me-too Is Not My Style, Corporate Visions, Strategies, and Business Philosophy of The Acer Group. Jakarta. Gramedia Pustaka Utama

Umar, Husein. 2000. Business an Introduction. Jakarta. Gramedia Pustaka Utama.

Tim Penyusun. 2005. Triputra Management System. Tidak dipublikasikan.

Tim Penyusun. 2010. Triputra Management System. Tidak dipublikasikan.

Tim Penyusun. 2005. Triputra Human Resource Management System. Tidak dipublikasikan.

Tim Penyusun. 2012. Profile Excellent Bee. Tidak Dipublikasikan.

Selesai…

Share artikel ini via :
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Powered by WordPress | BestInCellPhones.com Offers BlackBerry Phones for Sale. | Thanks to Wordpress Themes, MMORPGs and Conveyancing
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://peoplewit.com/organizational-breakthrough-with-integrated-change-management-part-4-end-by-yudha-argapratama
LinkedIn
Read previous post:
Organizational Breakthrough with Integrated Change Management Part 4 by Yudha Argapratama
The Apple Way Management Lessons : 11. Fix Your Leaders (Jeffrey L Cruikshank) by Yudha Argapratama
The Apple Way Management Lessons : 9. Keep Your Cool (Jeffrey L Cruikshank) by Yudha Argapratama

Close